Sistem Informasi Desa Kebasen
Pada
malam yang bersejarah, Sabtu, 23 November 2024, Desa Kebasen menyaksikan sebuah
tonggak penting dalam sejarah organisasi kepemudaan di desa tersebut. Setelah
vakum selama hampir lima tahun, Karang Taruna Desa Kebasen akhirnya bangkit
kembali. Kegiatan ini berlangsung di Balai Praja Bina Kawula Desa Kebasen dan
dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan pemuda dari empat RW di Desa
Kebasen, Kepala Desa Kebasen, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kebasen,
serta Ketua Karang Taruna Kecamatan Kebasen.
Karang Taruna Desa Kebasen memiliki sejarah
panjang dalam memberikan kontribusi bagi pemuda dan masyarakat di desa
tersebut. Namun, sejak masa bakti kepengurusan terakhir pada 2014-2019,
organisasi ini mengalami kemandegan. Karang Taruna yang seharusnya menjadi
wadah bagi pemuda untuk berorganisasi dan berkegiatan sosial di desa, terhenti
karena tidak ada kepengurusan yang berjalan aktif setelah periode tersebut. Hal
ini menyebabkan Karang Taruna Desa Kebasen dalam kondisi "mati suri",
dengan keberadaan organisasi yang tetap ada di atas kertas, namun tanpa
aktivitas yang menggerakkan masyarakat.
Acara
reorganisasi yang diadakan pada malam tersebut menjadi momentum penting dalam
rangka menghidupkan kembali organisasi Karang Taruna di Desa Kebasen.
Perwakilan dari empat RW di Desa Kebasen berkumpul dengan penuh semangat untuk
merancang kembali langkah-langkah penting demi memulai babak baru bagi Karang
Taruna. Rapat ini bertujuan untuk membentuk kepengurusan yang baru, dengan
harapan dapat menghidupkan kembali organisasi ini dan memberikan dampak positif
bagi pemuda dan masyarakat desa.
Kehadiran
Kepala Desa Kebasen, Ketua BPD, dan Ketua Karang Taruna Kecamatan Kebasen dalam
acara tersebut menunjukkan komitmen yang kuat untuk mendukung gerakan pemuda di
desa. Mereka memberikan sambutan yang penuh semangat dan motivasi, mengajak
seluruh peserta untuk bekerja sama dalam menjalankan peran serta fungsi Karang
Taruna. Dalam sambutannya, mereka menekankan pentingnya kontribusi positif dari
pemuda untuk pembangunan desa, baik di bidang sosial, ekonomi, maupun budaya.
Salah
satu agenda utama dalam rapat tersebut adalah pemilihan Ketua Karang Taruna
yang baru. Untuk memastikan keterwakilan yang adil, masing-masing RW mengajukan
calon ketua. Keempat calon yang diajukan adalah:
Setelah
melalui proses pemilihan yang demokratis, Arif Kurnia dari RW 2 terpilih
menjadi Ketua Karang Taruna Permatasari V Desa Kebasen. Terpilihnya Arif Kurnia
menandai dimulainya kembali era baru bagi Karang Taruna Desa Kebasen. Dalam
sambutannya, Arif menyampaikan tekadnya untuk menghidupkan kembali organisasi
ini dan membawa pemuda Desa Kebasen ke arah yang lebih baik. Ia berjanji akan
mengoptimalkan potensi yang ada, memberdayakan pemuda, serta menciptakan
program-program yang bermanfaat bagi masyarakat desa.
Dengan
terbentuknya kepengurusan yang baru, di bawah kepemimpinan Arif Kurnia, harapan
besar kini tergantung pada keberhasilan Karang Taruna Permatasari V Desa
Kebasen untuk kembali menghidupkan berbagai kegiatan positif di desa. Pemuda
Desa Kebasen kini memiliki kesempatan untuk menunjukkan peran aktif mereka
dalam membangun desa, baik melalui kegiatan sosial, budaya, ekonomi, maupun
pendidikan.
Reorganisasi
ini bukan hanya tentang membentuk struktur kepengurusan, tetapi juga tentang
menghidupkan kembali semangat kolektif pemuda untuk berkontribusi dalam
memajukan desa. Para pemuda di Desa Kebasen kini memiliki tanggung jawab besar
untuk memanfaatkan potensi mereka dan membawa perubahan yang signifikan bagi
masyarakat sekitar.
Reorganisasi Karang Taruna Desa Kebasen yang dilaksanakan pada malam itu adalah langkah awal yang sangat penting untuk membangkitkan kembali semangat kepemudaan di desa. Keberadaan Karang Taruna yang aktif akan membawa dampak positif bagi masyarakat desa, menciptakan suasana yang lebih dinamis, dan membantu mewujudkan cita-cita pembangunan yang lebih baik. Dengan kepemimpinan baru yang solid, diharapkan Karang Taruna Desa Kebasen bisa kembali menjadi organisasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi pemuda dan masyarakat desa Kebasen.